TEKS KULTUM: “Kerusakan Lingkungan Akibat Ulah Manusia”

๐Ÿ•Œ Mukaddimah:

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุงู„ุฐูŠ ุฎู„ู‚ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ูˆูƒุฑู…ู‡ุŒ ูˆุณุฎู‘ุฑ ู„ู‡ ู…ุง ููŠ ุงู„ุณู…ูˆุงุช ูˆู…ุง ููŠ ุงู„ุฃุฑุถุŒ ู„ูŠุนู…ุฑู‡ุง ูˆูŠุญุงูุธ ุนู„ูŠู‡ุง. ุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุญุฏู‡ ู„ุง ุดุฑูŠูƒ ู„ู‡ุŒ ูˆุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู…ุญู…ุฏู‹ุง ุนุจุฏู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡ุŒ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†.

Amma baโ€™du.

Hadirin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga setiap langkah kita senantiasa bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

๐ŸŒ Tema: Kerusakan Lingkungan Akibat Ulah Manusia

Allah SWT menciptakan bumi dan seluruh isinya sebagai amanah kepada manusia. Tugas kita bukan hanya untuk menikmati, tetapi juga memelihara dan menjaganya.

Namun, apa yang terjadi hari ini? Hutan ditebang sembarangan, sungai tercemar, udara kotor, dan berbagai bencana alam terjadi โ€” semuanya tidak lepas dari peran serta tangan-tangan manusia.

๐Ÿ“– Dalil Al-Qurโ€™an:

Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 41:

"ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ุงู„ู’ููŽุณูŽุงุฏู ูููŠ ุงู„ู’ุจูŽุฑูู‘ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑู ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจูŽุชู’ ุฃูŽูŠู’ุฏููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู..."

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Rum: 41)

Ayat ini sangat jelas menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi di bumi ini adalah akibat dari ulah manusia sendiri. Ketika manusia tamak, melampaui batas, dan tidak memikirkan keberlanjutan, maka bencana pun datang sebagai peringatan.

๐Ÿ•‹ Hadis Nabi ๏ทบ:

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

"ุฅู† ุงู„ุฏู†ูŠุง ุญู„ูˆุฉ ุฎุถุฑุฉุŒ ูˆุฅู† ุงู„ู„ู‡ ู…ุณุชุฎู„ููƒู… ููŠู‡ุง ููŠู†ุธุฑ ูƒูŠู ุชุนู…ู„ูˆู†."

"Sesungguhnya dunia ini indah dan hijau (menyenangkan), dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai khalifah di dalamnya, maka Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat." (HR. Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa kita adalah wakil Allah (khalifah) di muka bumi. Tugas seorang khalifah adalah menjaga, bukan merusak. Maka ketika manusia justru merusak alam, itu berarti ia telah menyia-nyiakan amanah dari Allah.

๐Ÿ“ Perkataan Ulama:

Imam Ibn Qayyim rahimahullah berkata:

โ€œDi antara bentuk kerusakan adalah ketika manusia menyia-nyiakan amanah, tidak menegakkan keadilan, dan merusak lingkungan yang seharusnya menjadi tempat kehidupan yang baik bagi semua makhluk.โ€

Kerusakan lingkungan bukan hanya berdampak pada manusia, tetapi juga pada hewan, tumbuhan, dan ekosistem yang lebih luas. Maka menjaga lingkungan bukan hanya tindakan sosial, tapi bagian dari ibadah dan wujud ketakwaan.

๐Ÿ“Œ Penutup:

Hadirin yang dirahmati Allah,
Mari kita renungkan. Sudahkah kita menjaga lingkungan sekitar? Ataukah kita masih menjadi bagian dari kerusakan itu sendiri?

Mulailah dari hal kecil: buang sampah pada tempatnya, hemat energi, tanam pohon, kurangi penggunaan plastik, dan ajak keluarga serta masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.

Karena menjaga bumi ini adalah bentuk syukur kita kepada Allah atas nikmat alam yang telah Dia karuniakan.

ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู